Tampilkan postingan dengan label diaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diaku. Tampilkan semua postingan

Dia

Membuka lembarmu..
Mencari yang tersisa
atau tercecer pun tak apa
Segala tanya
Meski tertahan hanya di dada


Dia..
Saat ada tak mau terpisah rasa 
Sedetik pun tak akan ada
Selalu bersama
Merenda suka
Tak terpilih duka

Lukanya..
Tak ada
Hanya goresan kecil 
yang sempat tinggalkan perih
Namun tlah terlupa

Kemana...
Ah, entah kemana tanya
Tak terjawab pun tak apa
Hanya rasa yang bisa
Buktikan bahwa dia ada
Baca Selengkapnya - Dia
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 23.56

Aku Ingin Mentariku


Terbitlah kembali mentariku....
mungkin aku kurang sabar menanti hangatmu
hingga ketika menggelegar cahya yang kau tumpahkan
aku memaksamu terbenam

Maafkan aku mentariku...
kau tahu semuaku
kau begitu paham setiap inciku
hingga pada sel-sel terkecil
yang membutuhkan hangatmu
kau pasti akan menyelinap mengejutkanku
membangkitkanku
yang layu diselimuti beku

Hadirlah kembali...
berikan hangatmu di sini
pada semesta milik kita
yang tak begitu luas tapi indah
warnai lagi dengan  biasmu
namun tak membentuk pelangi di peraduanku

Mentariku...
terbitlah untukku

Baca Selengkapnya - Aku Ingin Mentariku
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 01.54

Untukmu


coba mengertilah sedikit tentangku
ketika tangan dan kakiku harus berganti peran mengejar waktu
merangkai segala amanah agar tak terkhianati
melukis hati supaya tetap memiliki arti

jika memang benar
dia takkan lari menghindar
seperti cinta...
ia akan terus bergetar
menjalar
merengkuh hati terkeras
jiwa-jiwa yang melampaui batas

akankah kau tahu
akankah kau rasa
atau kau sengaja membisu
tak mau bersuara

kini aku lelah
lemah
tak mampu lagi menggapai tingginya asa
terpaksa ku kubur dan kuberi nisan angan
Baca Selengkapnya - Untukmu
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 16.26

Mengikutimu


aku mengikutimu...
kemauanmu untuk terus mengetuk kayu-kayu itu
jadikan pilar - pilar rindumu
dirikan megah 
semegah cinta yang kau punya

aku mengikutimu...
pada jejak langkahmu
di setiap desah rintik yang selalu temaniku
mengikutimu...
tanpa jemu 
apalagi ragu

aku mengikutimu....
walau hanya untaian doaku
yang gantikan langkah - langkah lemahku

aku mengikutimu...
selalu...

Baca Selengkapnya - Mengikutimu
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 16.31

Maaf...



Tidak...
Dan bahkan mendung pun takkan mampu
merampas kasihku darimu
Bukan aku yang menjaga jarak
namun jaraklah yang memisahkan kita
Memaksaku untuk mengusap wajah rembulan
dengan abu kerinduan
supaya tak tampak wajah ayunya
di pelupuk matamu yang mudah tergoda
Dan tangisan luka lah yang memerahkan
langit amarahnya
Mengumpat pahit di rerumpunan sesal
Dan aku hanya mampu katakan...
Maaf...
Baca Selengkapnya - Maaf...
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 02.02

Maaf (pabila masih ada)


Terserah apa katamu
Aku memang penipu
Aku memang kotor
Aku memang busuk
Aku memang menjijikkan

Namun rasaku masih seperti dulu
Masih sama ...

Dan artimu masih besar untukku

Kau yang sayangi aku
Kau yang bimbing aku
Kau yang temani sepiku
Kau pula yang selalu dekap damaikanku

Sepak saja diriku
jauh dari mukamu
Bunuh aku bersama amarahmu

Aku rela...


Baca Selengkapnya - Maaf (pabila masih ada)
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 01.58

Kau ada


Aku ada di sini

Hadirlah...

Berganti masa menunggumu

Harap genggam jemarimu

Menyayat langit luas itu

Mencarimu

Dimana

Kemana

Kata teman kau akan datang

Yang satunya bilang, kau memang sudah datang

Yang lainnya bilang, kau ada sedari dulu

Akhirnya ku katakan...

Kau ada sejak aku ada dalam ruang gelap

Yang tidak lembab

Bahkan hangat

Dalam rahim bunda

Kau sudah menemaniku



 


Baca Selengkapnya - Kau ada
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 14.26

Padamu



Membelai syahdu angin malam yang menginjak pagi

dan aku pun senantiasa di sini....

Menggigil nantikan dirimu

Tak pernah kubayangkan

jika aku bersua denganmu

berurai tangis...

atau

melukis senyum bahagia


Padamu aku selalu mencoba ciptakan untai kata terindah

entah kau paham atau malah bungkam

namun aku tahu kau begitu pemurah


Gusti...


pada batas pagi aku bersimpuh

merobek langitmu yang sunyi namun ku rasa gaduh

mencoba sisipkan mimpi dan secuil asa

supaya hidupku tak lagi hampa
Baca Selengkapnya - Padamu
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 14.29