Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan

Lakon



Di kanvas masa
aku menoreh segala
dengan berbagai warna yang ku suka
meski terkadang tanpa sengaja
berbaur dengan warna meluka

Rain..
kembali hujamkan jarumnya
terpapar kelu membeku
pilu tersayat sembilu
ranumkan rasaku

Baca Selengkapnya - Lakon
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 22.24

Masih





Aku mencarimu di lipatan waktu
Menanti hadirmu kala langit semakin menua
Ku biarkan membeku di ujung rindu
Meski ku tahu mega enggan membawa warta

............

Dan udara tiada bergerak lagi

.............

Aku tetap berdiri
Menanti hangatmu berpadu haru
Melukis masa dengan imaji
Warnai indah tanpa kelu

Baca Selengkapnya - Masih
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 11.17

Biarkan



Menggulana di dermaga lara

Memias luka di wajah angkasa

Menyemu menutup suka

Lantas tirai pilu adalah pelindung

Duka menyuka dan menggunung

Adakah angin pernah berbisik

Utarakan secuil rasa yang terusik

Biarkan gelap jadikan sukanya

Karena kelam adalah karibnya
Baca Selengkapnya - Biarkan
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 10.25

Kelak

Matahari rupanya tahu diri 
berganti tugas diemban rembulan 

Mengapa malam kian cemberut merengut beri senyum rindu bersambut 

Bayu pergi tak perduli 
Bawa bukti cinta diri 

Malam ini adalah fana
tak perlu nantikan rintih mega
Baca Selengkapnya - Kelak
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 09.31

Hidup



usia semakin di ujung masa
lelah menanti bergantinya luka menjadi suka
semakin di rasa...
waktu seakan merangkak lambat rambati dunia
terlalu banyak memberikan tawaran 
yang tak mungkin dilepas dengan harga murah
dan terik kian angkuh membelalakkan matanya
menyiutkan nyali yang kian mengkerut oleh sesumbar hambar
pagi pun terlalu cepat pergi
berganti peran oleh otorita mentari
tak peduli.....
semakin kerontang jiwa yang berlubang-lubang
yang akhirnya separuhnya hilang

Baca Selengkapnya - Hidup
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 01.29

Senandung Lara



Pada dinding-dinding semesta
kudapati catnya tlah banyak yang terkelupas
tergerus nestapa raya yang ternyata penjilat
terdengar galau riuh menabuhkan genderang kerinduannya
meratapi pilu yang tiada berbalas suka
mengutuk masa yang terlambat menjemput lara
mengundang bulir airmata yang senantiasa kau dekapkan
pada jemari waktu yang semakin berlalu
mencoret semua takdir yang kau anggap menikam sukamu
lantas kau kemanakan senandung yang dulu pernah kau lantunkan
bersama gerimis yang mengemis harapkan deras kebahagiaan
kan menyelimuti ruang deritamu

Kau tahu...??
kau hanya mampu menorehkan luka...
dan luka... dan luka...
pada sebaris kalimat yang senantiasa kau untaikan saat pagi membuka jendela
mengusir lembut embun yang semalaman sejukkan segala rasa
dan kau masih belum puas dengan dusta yang sekian kali mencongkel sendu

Sudahlah...
kan ku ganti lantunan ini menjadi Senandung Luka

Baca Selengkapnya - Senandung Lara
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 01.43

Aku dan Senyap


Sepiku di batas malam
senyap berteman kelam

Sudah...
mulailah kembali di garis awal
menanti pagi yang mungkin kekal
biar tak jumpa gulita
yang tak pernah mau berpelita

Arak saja seluruh awan
jadikannya seorang pahlawan
yang selalu mendekap resahmu
menikam sedihmu

Sepiku di batas malam
senyap berteman kelam

Sudah...
jangan menengok ke belakang
aku takkan hengkang
karena sudah terbuang
dan perlahan kan menghilang

Sepiku di batas malam
senyap berteman kelam
Baca Selengkapnya - Aku dan Senyap
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 13.43

Aku Jawab



Menebar ragu di pepucukan rindu

Menghimpit di segala sudut kelu

Tersekat waktu

Meretas pilu

Hujamkan saja biar terasa di ulu

Karena malam hanya mampu tersedu
Baca Selengkapnya - Aku Jawab
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 12.42

Kenangmu

Harapkanmu kembali.....

Masih lekat 
bagaimana kau membimbingku
Belum terkelupas 
bagaimana hangatmu mendekap kasihku
Masih terekam penuh 
hari-hari yang pernah kita lewati

Memendam rindu
Menahan tangis
Hingga mengurai tawa
Membingkai cerita
Membentuknya menjadi cita-cita
Yang entah kapan menjadi nyata

Namun semua terkubur 
Tangan-tangan tangisku tak mampu
dapatkan maafmu
Dan aku pun terpuruk 
dalam arwah kebodohanku
Baca Selengkapnya - Kenangmu
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 06.36

Biarlah


Aku ingin kembali
Pada mentari yang terluka
Tersayat dan perih

Namun aku terlalu kotor
Tak pantas memiliki sinarmu
Tak pantas menerima hangatmu

Dan biarkan aku tenggelam
Dalam gelap yang kucipta
Baca Selengkapnya - Biarlah
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 02.14

MENUNGGU



Menabuh daun-daun malam bersamamu
Mengukir kisah indah di kulit waktu
Menapakkan segala kasih di setiap jejak bayu
Jemari beku terpaksa menggenggam rindu
Kelu…
Adakah rasamu 
di setiap jengkal tapak yang tlah lalu
Tetap menebarkan wangi setianya
Di sudut bumi
Biarkan ku menanti....
Baca Selengkapnya - MENUNGGU
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 00.57

sunyiku


Kasih,
Tidakkah kau tahu...
Aku terlalu sunyi


Kesepian ini 
buatku beku abadi

Ku coba 
petik kejora
sekedar usir gulana

Dan kita..
hanyalah butir pasir
yang berserak di hamparan zaman
yang hanya mengikuti
kemana angin takdir berhembus

Di Pusara Sunyi,
040213
Baca Selengkapnya - sunyiku
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 01.31

Sunyi

Baca Selengkapnya - Sunyi
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 01.18