Aku Ingin Mentariku


Terbitlah kembali mentariku....
mungkin aku kurang sabar menanti hangatmu
hingga ketika menggelegar cahya yang kau tumpahkan
aku memaksamu terbenam

Maafkan aku mentariku...
kau tahu semuaku
kau begitu paham setiap inciku
hingga pada sel-sel terkecil
yang membutuhkan hangatmu
kau pasti akan menyelinap mengejutkanku
membangkitkanku
yang layu diselimuti beku

Hadirlah kembali...
berikan hangatmu di sini
pada semesta milik kita
yang tak begitu luas tapi indah
warnai lagi dengan  biasmu
namun tak membentuk pelangi di peraduanku

Mentariku...
terbitlah untukku

Baca Selengkapnya - Aku Ingin Mentariku
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 01.54

Untukmu


coba mengertilah sedikit tentangku
ketika tangan dan kakiku harus berganti peran mengejar waktu
merangkai segala amanah agar tak terkhianati
melukis hati supaya tetap memiliki arti

jika memang benar
dia takkan lari menghindar
seperti cinta...
ia akan terus bergetar
menjalar
merengkuh hati terkeras
jiwa-jiwa yang melampaui batas

akankah kau tahu
akankah kau rasa
atau kau sengaja membisu
tak mau bersuara

kini aku lelah
lemah
tak mampu lagi menggapai tingginya asa
terpaksa ku kubur dan kuberi nisan angan
Baca Selengkapnya - Untukmu
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 16.26

Mengikutimu


aku mengikutimu...
kemauanmu untuk terus mengetuk kayu-kayu itu
jadikan pilar - pilar rindumu
dirikan megah 
semegah cinta yang kau punya

aku mengikutimu...
pada jejak langkahmu
di setiap desah rintik yang selalu temaniku
mengikutimu...
tanpa jemu 
apalagi ragu

aku mengikutimu....
walau hanya untaian doaku
yang gantikan langkah - langkah lemahku

aku mengikutimu...
selalu...

Baca Selengkapnya - Mengikutimu
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 16.31

Aku Jawab



Menebar ragu di pepucukan rindu

Menghimpit di segala sudut kelu

Tersekat waktu

Meretas pilu

Hujamkan saja biar terasa di ulu

Karena malam hanya mampu tersedu
Baca Selengkapnya - Aku Jawab
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 12.42

Kenangmu

Harapkanmu kembali.....

Masih lekat 
bagaimana kau membimbingku
Belum terkelupas 
bagaimana hangatmu mendekap kasihku
Masih terekam penuh 
hari-hari yang pernah kita lewati

Memendam rindu
Menahan tangis
Hingga mengurai tawa
Membingkai cerita
Membentuknya menjadi cita-cita
Yang entah kapan menjadi nyata

Namun semua terkubur 
Tangan-tangan tangisku tak mampu
dapatkan maafmu
Dan aku pun terpuruk 
dalam arwah kebodohanku
Baca Selengkapnya - Kenangmu
Posted by: Mardhika Ika Sari Updated at: 06.36